Menurut sejarah perkembangannya, masyrakat pertama didunia disebut dengan Komunal Primitif. Dikatakan Komunal (kelompok) karena pada waktu itu manusia belum berkembang dan jumlahnya masih sedikit. Dalam kelompok itu sendiri, yang namanya manusia pasti memiliki tujuan hidup. Tujuan hidup manusia, bagaimana ia mampu bertahan untuk hidup dan kelangsungan hidupnya. Dengan kata lain, bahwa tujuan hidup manusia pasti pasti akan selalu mengarah pada konteks ekonomi. Konteks ekonomi yang dimaksud dalam hal ini adalah persoalan kebutuhan makan manusia itu sendiri.
Manusia pada komunal primitive saat itu sangat bersifat social. Mereka bekerja secara kolektiv untuk mencapai tujuan hidup mereka secara bersama-sama, dalam hal ini mereka berburu makanan di hutan bersama-sama dan pembagian hasil berburu pun dibagi secara merata dalam kelompok itu. Namun, karena manusia adalah makhluk hidup yang berkembang biak, akhirnya jumlah populasi manusia berkembang seiring dengan berjalannya waktu, yang dulunya masih sangat sedikit menjadi sangat banyak. Perkembangan populasi manusia tidak berbanding lurus dengan perkembangan lahan kerja pada saat itu, sehingga muncullah persaingan dalam kelompok itu sendiri yang menyebabkan timbulnya penindasan dan kemudian menciptakan perbudakan.
Maka muncullah zaman perbudakan yang terbagi atas tuan budak dan budak. Proses berburu dilakukan oleh budak dan hasil dinikmati oleh tuan budak. Corak ekonomi budak "Tidak menguasai sasaran kerja, alat kerja, dan tidak berhak atas hasil kerja. Terjadi kesenjangan sosial/keterasingan". Dengan kata lain, budak bekerja dan berusaha keras untuk mendapatkan hasil kerja dan tidak berhak menikmati hasil kerjanya sendiri dan merasakan keterasingan/teraleniasi dengan sendirinya.
Menurut teori Karl Marx, Hakikat manusia adalah kerja. Ketika manusia itu kemudian tidak bergerak dan bekerja maka manusia kehilangan hakekatnya. Seiring dengan berkembangnya manusia, maka berkembang jugalah pemikiran-pemikiran manusia untuk memperkuat kelangsungan hidup mereka. Karena kondisi lahan berburu semakin menyempit, alat kerja yang masih terbatas, populasi manusia yang semakin meningakat, hal inilah yang kemudian mendorong manusia untuk berpikir tentang bagaimana untuk tetap bertahan hidup dan melanjutkan kehidupan tidak hanya dengan berburu. Akhirnya tanpa sengaja, kaum feminisme (perempuan) pada saat itu mulai belajar meramu tumbuhan yang ada disekitarnya supaya jumlah makanan semakin melimpah selain dari hasil buruan mereka. Ada pun hasil buruan mereka dalam hal ini hewan yang masih muda dan belum layak untuk dikomsumsi. Begitu seterusnya manusia dengan pemikiran yang semakin maju. Hingga lambat laun nulailah manusia semakin berkembang. Lahan-lahan kerja yang dulunya digunakan untuk berburu kemudian diubah menjadi lahan pertanian dan bercocok tanam. Perkembangan dari masa perbudakan itu kemudian beralih menjadi Feodalisme.
Zaman Feodalisme hampir mirip dengan zaman perbudakan, hanya saja pemikiran manusia pada zaman feodal telah lebih berkembang. Alat kerja, sasaran kerja, dan hasil kerja juga lebih berkembang dan lebih banyak. Konflik manusia dari zaman ke zaman sesungguhnya tidak pernah tuntas. Zaman feodalisme dapat dikatakan sebagai zaman kelanjutan perbudakan telah berganti wajah dan beralih lahan kerja, tetapi sistem dan pelaku-pelaku perbudakan itu tetap sama. Feodalisme berasal dari kata feodom nyang artinya lahan bertani. Feodalisme dibagi menjadi dua kelas yaitu, kelas Tuan feodal dan Tani hamba.
Dalam system feodalisme itu sendiri, Tuan feodal
mendoktrin dan menghegemonisasi tani hamba untuk membuat perkembangan alat
kerja dan terlibat dalam aktivitas produksi secara total namun hasilnya tidak
dapat dinikmati oleh tani hamba itu sendiri. Hal inilah yang kemudian kemudian
menimbulkan keterasingan, penindasan, dan perampasan hak terhadap tani hamba
oleh tuan feodal. Akhirnya, Feodalisme nampak seperti system pemerintahan yang
biasa dikenal dengan Monarchi Absolut. Kaum feodal akan selalu mempertahankan
apa yang mereka miliki bagaimanapun cara yang harus ditempuh. Nah, dari hasil
lahan tani yang mereka miliki kemudian memaksa mereka berpikir bahwa hasil
kerja tidak selalu untuk dimakan sendiri, melainkan mampu menghasilkan sesuatu
yang lebih berharga. Maka
muncullah kaum gelde atau pedagang yang mengantarkan manusia di zaman feodal
mengenal yang namanya metode transaksional (barter) untuk mendapatkan
keuntungan yang sebesar-besarnya atau menukarkan barang dengan apa yang mereka
inginkan. Kaum gelde yang punya akses besar terhadap perkembangan alat
transaksional (alat tukar) kemudian mendoktrin tani hamba melakukan perlawanan
terhadap tuan feodal untuk kepentingan pribadi mereka, menguasai system
perdagangan dan mendominasi kaum feodal. Melihat kondisi yang semakin maju,
perampasan hak-hak tani hamba oleh tuan feodal juga semakin besar, dengan
doktrin dari kaum gelde maka muncullah perlawanan dari tani hamba itu sendiri
terhadap kaum feodal. Dari perlawanan yang dilakukan oleh tani hamba kemudian
membuat kaum feodal tersingkir dengan sendirinya. Terjadilah pergeseran system
feodal ke arah yang lebih maju dengan system alat tukar yang lebih berkembang.
Dari system barter yang kemudian mengalami perkembangan yang sangat pesat
akhirnya menjadikan bekuasanya modal/capital dengan uang menjadi sentrum alat
tukar saat ini atau yang kita kenal dengan system kapitalisme. Pergeseran zaman
dari feodalisme itu beralih ke kapitalisme dan bertahan hingga saat ini.
Kapitalisme
adalah sebuah system ekonomi dimana perdagangan, industry, dan alat-alat
produksi dikendalikan oleh pemilik modal dengan prinsip pemilik modal harus
meraih keuntungan yang sebesar-besarnya. Dalam system kapitalisme dibagi
menjadi 2 kelas, yaitu kelas Pemodal (borjuasi) dan pekerja ( ploretariat).
Dari
rentetan-rentetan sejarah yang telah dipaparkan, sampailah kita pada sebuah
kesimpulan bahwasanya yang menimbulkan penindasan itu adalah Kelas. Untuk
menyatukan kembali, kita harus melakukan perlawanan terhadap kelas untuk
mendominasi alat kerja, lahan kerja, sasaran kerja, dan hasil kerja yang
diperuntukkan untuk kesejahteraan bersama dan dipergunakan secara kolektif
(Menumpaskan kepenguasaan pribadi terhadap factor-faktor produksi oleh kelas
yang tidak menguasai).
.jpeg)
Posting Komentar untuk "SEJARAH MASYRAKAT DUNIA"