ATU OFFICIAL -Sand cone test adalah pemeriksaan kepadatan tanah di lapangan dengan menggunakan pasir ottawa sebagai parameter kepadatan tanah yang mempunyai sifat kering, bersih, keras, dan tidak memiliki bahan pengikat sehingga dapat mengalir bebas. Pasir ottawa yang digunakan adalah pasir yang lolos saringan nomor 200 dan tertahan di saringan nomor 10. Metode ini hanya sebatas untuk lapisan tanah atau lapisan perkerasan yang telah dipadatkan. Pengujian yang telah diuraikan hanya berlaku terbatas pada ukuran butiran tanah dan batuan tidak lebih dari 5 cm diameternya.
Pada pemadatan kadar air yang berbeda-beda akan didapatkan nilai kepadatan yang berbeda pula. Sehingga kadar air tertentu akan didapat keadaan yang paling padat (Langkah pori yang paling rendah). Kadar air dimana tanah mencapai kadar yang paling padat disebut kadar air optimum. Untuk menentukan kadar optimum ini biasanya dibuat grafik hitungan dengan nilai kadar air yang didapat dari percobaan ini, maka kita dapat memadatkan tanah sehingga tanah tersebut mempunyai :
- Kekuatan yang lebih besar
- Kompresibilitas dan daya rembesan yang lebih kecil
- Ketahanan yang relatif lebih besar terhadap pengaruh air
1. Pengertian Sand cone
Percobaan kerucut pasir (sand cone) merupakan salah satu jenis pengujian yang dilakukan dilapangan untuk menentukan berat isi kering (kepadatan) tanah asli ataupun hasil suatu pekerjaan pemadatan yang dilakukan baik pada tanah kohesif maupun tanah non kohesif. Tanah sebagai dasar untuk suatu konstruksi harus mempunyai kepadatan yang mencukupi agar sanggup untuk menerima beban-beban yang bekerja diatasnya
Ada 2 spesifikasi untuk pekerjaan tanah yaitu :
- Spesifikasi dari hasil akhir
- Spesifikasi untuk cara pemadatan
2. SNI Pengujian Sand Cone
Standar Nasional Indonesia untuk pengujian kepadatan tanah dengan sand cone adalah : SNI 03-2828-1992 (Metode Pengujian Kepadatan di Lapangan dengan Alat Konus Pasir). Standar AASHTO untuk pengujian sand cone adalah : AASHTO T-191 (Density of Soil in Place by the Sand Cone Method)
3. Langkah dalam Pemeriksaan Sand Cone
Adapun prosedur atau langkah dalam pemeriksaan sand cone yaitu :
- Pemeriksaan berat volume
- Pemeriksaan volume uji
- Pemeriksaan kepadatan tanah dilapangan
Dalam pengujian sand cone ini, diperlukan hubungan antara kadar air dan kepadatan kadar air tanah adalah konsentrasi air dalam tanah yang biasanya dinyatakan dalam persen
Kadar air mempunyai pengaruh yang besar terhadap tingkat pemadatan yang dapat dicapai oleh suatu tanah. Lee dan Sedkamp (1972) telah mempelajari kurva pemadatan 35 jenis tanah. Bila air tambahan pada suatu tanah yang sedang dipadatkan, air tersebut akan berfungsi sebagai unsur pembasah atau pelumas yang dibedakan menjadi empat tipe umum yang diukur dari berat volume kering pada partikel-partikel tanah dipadatkan karena adanya air, partikel-partikel tersebut akan lebih mudah bergerak dan bergeseran satu sama lain dan membentuk kedudukan yang lebih. Adanya penambahan kadar air justru cenderung menurunkan berat volume kering tanah. Hal ini disebabkan karena air tersebut kemudian menempati ruang-ruang pori didalam tanah yang sebelumnya dapat ditempati oleh partikel-partikel padat dari tanah. Kadar air dimana berat volume kering maksimum tanah dicapai disebut kadar air maksimum.
Hasil pengujian dengan sand cone adalah berat isi kering tanah atau material lapis dasar pondasi yang merupakan kepadatan lapangan tanah atau lapisan dasar pondasi yang merupakan kepadatan lapangan tanah atau lapis dasar pondasi, yang diperiksa. Untuk memenuhi persyaratan spesifikasi, pada umunya harus dilakukan pengujian padat di laboratorium.
4. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemadatan
Selain kadar air, faktor yang mempengaruhi pemadatan adalah jenis tanah dan usaha pemadatan. Selain itu, jumlah serta jenis mineral lempeng yang ada pada tanah mempunyai pengaruh besar terhadap harga berat volume kering maksimum dan kadar air optimum dari tanah tersebut. Pada kadar air yang lebih rendah, adanya tegangan terik kapiler tersebut akan berukuran dengan bertambahnya kadar air sehingga partikel menjadi lebih mudah bergerak.
Satu hal yang paling penting untuk diperhatikan dalam pekerjaan tanah adalah kepadatan lapangan (berat isi kering) karena walaupun nilai CBR telah memenuhi standar, namun jika kepadatan volume telah berubah, maka pemadatan lapisannya masih dapat terjadi. Penyebabnya adalah beban lapis tanah di bawahnya akan menjadi kurang baiuk, serta berpotensi terjadi konsentrasi tegangan-tegangan pada bagian tertentu, dalam lapisan tanah tersebut yang dapat mengakibatkan kegagalan lapis tanah dasar pondasi secara keseluruhan.

Posting Komentar untuk "Teori Pemeriksaan : Sand cone"